Di tahun 2016 ini, dunia panahan bukan saja diwarnai dengan adanya Olimpiade Rio dan Paralympic Games. Tahun 2016 para atlet panahan dunia juga bertarung di ajang Hyundai Archery World Cup. Dari sekian banyak atlet panahan se-dunia, World Archery merilis 3 nama yang dinilai memiliki performa terbaik selama tahun 2016.

Brady Ellison
Tahun 2016 bisa dikatakan sebagai tahun keemasan bagi pria yang berasal dari Ariona ini. Kegemilangannya di tahun ini diawali dengan meraih nilai tertinggi dalam Shanghai Hyundai Archery World Cup. Ini adalah ketiga kalinya Brady meraih nilai tertinggi dalam kejuaraan bergengsi ini. Ia keluar sebagai pemenang dengan nilai 697, lalu memenangkan kategory tim campuran pada final di kejuaraan yang sama. Beberapa hari kemudian di Mdellin, ia kembali keluar dengan membawa medali emas, mengalahkan Ku Bonchan.

Di Olimpiade Rio sendiri, pria yang menikah dengan Toja Ellison pada April 2016 yang lalu ini, meraih medali emas dengan menyingkirkan lawannya dari Brazil dan USA. Beberapa minggu kemudian,pada kejuaraan Hyundai Archery World Cup Final di Odense, Denmark, ia kembali mendulang kemenangan. Begitupun di dalam ajang IndoorArchery World Cup, meski ia baru saja menjalani operasi di lututnya, ia berhasil menyabet gelar juara.

Ku Bonchan
Pada Olimpiade Rio 2016, Ku menjadi pemanah kedua sepanjang sejarah panahan, yang menjadi pemenang dalam dua kategori sekaligus, beregu dan individu. Di olimpiade Rio, dalam kategori beregu, Ku bertindak sebagi middle pin, diantara Kim Woojin dan Lee Seungyun.

Sara Lopez
Tahun 2016 merupakan tahun keemasan bagi Sara Lopez sepanjang karirnya. Ia menutup tahun ini dengan keluar menjadi pemenang kategori wanita pada Hyunadai Archery World Cup di Shanghai. Kemenangannya tahun ini merupakan kemenangan ketiga kalinya berturut-turut.