Jelang babak kualifikasi Porprov Jateng 2018 para pemanah Kota Semarang menjalani latihan akurasi. Pemanah melepaskan lima anak panah dan diharuskan untuk mencapai skor tertentu.

“Melihat skor yang dicapai, perkembangan mereka cukup baik. Jika mampu mempertahankan dan konsisten, kami yakin anak-anak mampu bersaing dalam kualifikasi nanti. Pemanah akan banyak menjalani simulasi pertandingan untuk menambah akurasi,” tutur Sekretaris Umum Pengkot Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Semarang, Sigid Widiyanto di Semarang, Kamis (2/3) lalu pada suaramerdeka.com.

Lima pemanah putra dan lima pemanah putri tengah digenjot dalam latihan rutin di lapangan SMP 15. Enam pemanah lain untuk melengkapi 16 pemanah yang akan mewakili Semarang pada Perprov tahun depan akan diambil dari atlet yang menonjol pada klub panahan setempat.

Perpani Semarang yakin pada 2018 nanti akan mampu berbicara banyak. Pasalnya para pemanah yang ditunjuk telah mencapai hasil yang baik dalam beberapa kejuaraan.

“Untuk mendukung itu, kami juga merancang agenda try out bagi atlet. Terdekat, mereka akan terjun pada Kejurnas Panahan di Yogyakarta. Program uji coba ini sangat penting untuk menambah pengalaman bertanding pemanah. Kini kami mengandalkan pemanah muda untuk pra-porprov,” kata Sigid.

Program uji coba tersebut dilakukan untuk mengukur kemampuan atlet selama latihan. Selain melatih akurasi, pemanah juga menjalani latihan fisik untuk membentuk otot lengan, sehingga menghasilkan bentangan yang maksimal.

Uji coba tersebut untuk mengukur kemampuan atlet selama menjalani latihan. Pihaknya masih menunggu waktu dan tempat pelaksanaan babak kualifikasi Porprov Jateng 2018 nanti. Selain fokus pada akurasi, pemanah juga menjalani latihan fisik. Tujuannya untuk membentuk otot lengan, sehingga menghasilkan bentangan yang maksimal.

“Akurasi sangat dipengaruhi pada kekuatan otot lengan. Secara perlahan, kami membentuk otot pemanah dibarengi dengan teknik,” jelasnya.