Mie Instan Vs Santan Kelapa
Dalam Sudut Pandang Pembinaan Olahraga

Mie Instan itu, Anda cukup rebus air sampai mendidih, kemudian masukan Mie, tuangkan Bumbu, dan Mie Instan siap untuk dihidangkan.

Sementara Santan Kelapa itu perlu di panjat, kemudian dijatuhkan dari ketinggian, setelah itu kulit luarnya dicabik-cabik, dan harus merasakan tajamnya bilah pisau/parang untuk membuka kulit kerasnya. Tidak sampai disitu, kelapa harus mengalami kerasnya di parut sampai menjadi butiran serbuk. Prosesnya masih berlanjut, harus disiram air panas, kemudian diperas dan diremas untuk mendapatkan santan, yang dengan sari santan tersebut bisa kita digunakan untuk membuat makanan apapun.

Pertandingan BO5 yang diselenggarakan di Halaman Masjid Sabilal Muhtadin, Banjarmasin

Ya itulah psikologi olahraga saat ini
Ingin juara ini dan itu, tetapi proses latihan hanya seperti Mie Instan, hanya sekedarnya saja, ketika dipaksakan bertanding hasilnya pun tidak maksimal, pada akhirnya berdampak pada kekecewaan. (Rasional dan Realistis)

Terkadang kita memposisikan diri dengan latihan seadanya tapi ingin hasil yang luar biasa, ingin juara, tapi latihan seperlunya, ketika tidak sesuai maka apapun itu menjadi pembenaran.

Kerja keras tidak akan membohongi hasil. Proses itu bukan 1-2 hari, 1-2 bulan, tapi bertahun-tahun, harus mengalami kedisiplinan dalam berlatih, teriknya cuaca, beratnya fisik yang dilatih, melawan kemalasan dan lain sebagainya. Semua itu harus dilakukan untuk menjadi pribadi berkualitas.

Official sedang melakukan Technical Meeting bersama Technical Delegate pada event Borneo Open 5

Disinilah peran para orang tua
Apakah kita ingin menjadikan anak berproses seperti Mie Instan atau Santan Kelapa, Tentu semua itu pilihan dan setiap pilihan akan berdampak pada hasil.

Yah kenapa hal ini saya tulis, agar kita memiliki frame berfikir untuk membangun mentalitas dengan penuh karakter luar biasa, juara bukan segalanya, tapi proses akan mengantarkan kita pada kata juara.

Maka kita tinggal memilih antara Mie Instan atau Santan Kelapa.

 

coach Nur EBAC