Namanya Lia (13 Tahun) Salah satu lulusan SD Juara Jaksel. Lia merupakan siswa pindahan dari sekolah lain dan mulai bersekolah di SD Juara Jaksel ketika memasuki kelas 2. Profesi orang tua Lia adalah seorang petugas keamanan malam. Di kelasnya Lia sering dipanggil oleh teman-temannya dengan panggilan Kakak karena usia yang lebih tua dibanding teman sekelasnya. Tahun pertama bersekolah anaknya pemalu , kurang aktif dan tidak percaya diri. Disaat kegiatan memanah mulai semarak . SD Juara Jaksel didatangi oleh seorang penggiat memanah yaitu saudara Defrizal Abu Muharrik.

Menawarkan untuk berbagi skill dan pengetahuan memanah dengan guru SD Juara Jaksel. Akhirnya memanah menjadi ekstra kurikuler di SD Juara Jaksel. Disinilah titik balik Lia seorang siswa SD Juara Jaksel menemukan rasa percaya dirinya. Talentnya terasah dengan ekstra kurikuler memanah ini. Latihan demi latihan dijalani Lia bersama siswa SD Juara Jaksel lainnya. Lia pun mulai ikut pertandingan diberbagi event baik di jakarta maupun tingkat nasional.

Puncak kebahagiaan bagi Lia dan orang tuanya ketika Lia menjadi pemenang ketiga lomba memanah kategori standar Bow 10 Meter kategori putri tingkat nasional di Samarinda. Rasa percaya dirinya pun berdampak kepada prestasi akademisnya yang meningkat.

Masih banyak kisah kisah mengharukan yang ditemukan di sekolah juara. Tugas mulia guru sekolah juara adalah menstimulus agar anak menemukan talent dan rasa percaya dirinya. Tentu saja sobat semuanya pun dapat berkontribusi untuk berbagi dengan siswa sekolah juara dalam kegiatan ‪#‎PekanBerbagiSenyum‬. Ketika melihat anak anak dan saudara kita menemukan semangat hidupnya , kebahagiaan akan hadir dalam kehidupan kita.

Mari Berbagi.