Meski pulang dengan tidak membawa medali, nama Riau Ega Agatha terukir manis sebagai atlet panahan Indonesia dalam Olimpiade Rio 2016 yang lalu. Pasalnya, atlet berusia 25 tahun ini berhasil melaju hingga ke 16 besar, termasuk mengalahka pemanah nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Woojin. Dalam Olimpiade Rio yang lalu, Riau Ega ikut dalam dua nomor sekaligus, yakni nomor beregu dan perorangan putra. Titian karirnya sebagai atlet panahan nyatanya sudah ia tekuni sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Riau Ega lahir di Blitar 25 November 1991. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Riau Ega sudah bersentuhan dengan dunia olahraga. Olahraga yang ditekuninya pertama kali justru bukanlah panahan, tetapi sepakbola dan renang. Ia mulai mengenal dunia panahan saat duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar, atau saat umurnya 10 tahun. Ia semakin menekuni dunia panahan saat ia pindah ke Surabaya. Di kota pahlawan tersebut, Riau Ega berlatih kepada Denny Trisyanto yang sudah lama dikenal sebagi pembina dan pelatih panahan di Surabaya dan daerah Jawa Timur lainnya.

Karirnya dimulai saat awal ia duduk di Sekolah Menengah Pertama. Ia mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan berhasil meraih 4 medali emas. Saat itulah ia mendapatkan panggilan dari PPLP Surabaya untuk mengikuti latihan. Karir Riau Ega terus menanjak, hingga akhirnya pada tahun 2006, ia mulai mengikuti kejuaraan Internasional. Disusul pada tahun 2007, ia mengikuti Asian Youth Championship di Taiwan. Saat itu ia masih membiayai kejuaraan dengan dana pribadi.

Prestasi pertmanya di kancah internasional ia dapatkan pada tahun 2008 pada ajang Asian Grand Prix di Filipina. Dari kejuaraan itu, Riau Ega berhasil meraih peringkat ketiga. Selanjutnya pada Kejuaraan ATM Malaysia Terbuka, Ega kembali mencatat pretasi dengan meraih 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Mulai saat itu, Ega terus mencatat prestasi dalam berbagai pertandingan baik di luar maupun di dalam negeri.

Olimpiade Rio 2016 adalah olimpiade pertama yang diikuti oleh Ega. Ia berhasil melaju ke Olimpiade tersebut usai menembus final secondary qualification. Atas prestasi-prestasi yang diraihnya, mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Narotama (UNNAR) tersebut, dianugerahi SIWO Award oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jawa Timur pada Maret 2016 lalu