Indonesiamemanah.com – Jika peradaban agama Hindu di dataran India, mengenal sosok Arjuna sebagai pemanah handal lewat epos Mahabharata, maka peradaban Islam di dataran Arab pun juga mengenal banyak pemanah handal. Terlebih, memanah adalah salah satu dari tiga olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits disebutkan keutamaan memanah,

“Barangsiapa yang menembak satu panah kepada musuh baik kena atau tidak kena, pahalanya setara dengan memerdekakan budak.” (HR. Ubnu Majah 2286, disahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

Di zaman Rasulullah, banyak pemanah handal yang muncul hasil dari didikan di medan perang. Salah satu yang paling terkenal adalah Sa’ad bin Abi Waqash.

Sa’ad bin Abi Waqqash mempunyai nama lengkap Sa’ad bin Abi Waqqash bin Wuhaib bin ‘Abdi Manaf. Keluarga besarnya berasalah dari Bani Zuhrah. Sa’ad memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Dan ia mengenal agama tauhid ini salah satunya lewat peran Abu Bakar.

Sa’ad dikenal sebagai pemanah yang handal dalam peperangan. Ia merupakan muslim pertama yang melemparkan anak panah di jalan Allah. Ia juga satu-satunya sahabat yang Rasulullah pernah menyebutkan kata “tebusan” untuknya. Dalam perang Uhud, Rasulullah pernah bersabda :

“Panahlah, wahai Sa’ad! Tebusanmu adalah ayah dan ibuku.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3755)

Di medan peperangan, Sa’ad mampu menewaskan banyak musuh. Ia pernah memimpin pasukan muslim dalam Perang Qadisiyah, sebuah perang antara Muslim melawan Majusi Persia. Dan dalam peperangan ini, pasukan muslim berhasil memperoleh kemenangan dan menggempur 100.000 lebih pasukan Persia. Selain pemanah yang luar biasa, Sa’ad juga memiliki senjata lain yaitu doa. Rasulullah pernah bersabda : “Ya Allah, tepatkan lemparan panahnya dan kabulkanlah doanya.” (HR. Al-Hakim, 3/500). Sehingga Sa’ad hadir sebagai seorang pemanah yang hebat juga ahli ibadah yang terkabul doanya.